Jaga Kondisi Penyelam, TNI AL Siagakan Terapi Hiperbarik

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — TNI Angkatan Laut (TNI AL) memberikan pengawasan kesehatan intensif kepada puluhan penyelam yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8, Minggu (27/9/2026).

Pengawasan tersebut mencakup kesiapsiagaan Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) menggunakan chamber hiperbarik untuk mengantisipasi risiko penyakit dekompresi (decompression sickness) yang dapat dialami penyelam akibat perubahan tekanan selama berada di bawah permukaan air.

Operasi penyisiran dan evakuasi di dalam bangkai KM Virgo Transport 8 membuat para penyelam menghadapi berbagai kondisi ekstrem, mulai dari tekanan air yang tinggi, jarak pandang terbatas, hingga arus yang dapat berubah.

Perubahan tekanan yang terjadi terlalu cepat dapat memicu terbentuknya gelembung gas nitrogen di dalam jaringan atau aliran darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit dekompresi.

Sejumlah gejala yang menjadi perhatian antara lain nyeri sendi, pusing, mual, muntah, kelemahan anggota tubuh, hingga kelumpuhan.

Ahli Hiperbarik Lembaga Kesehatan Kelautan (Lakesla) TNI AL, Mayor Laut (K) dr. Dony Irawan, mengatakan durasi terapi hiperbarik disesuaikan dengan indikasi serta tingkat gejala yang dialami personel.

“Durasi terapi untuk tabel penyelaman ada yang dua setengah jam untuk Tabel 5, dan untuk Tabel 6 itu bisa sampai lima jam. Jadi tergantung dari gejala dari para penyelam tersebut,” ujar Dony.

Menurut Dony, terapi dilakukan di dalam ruang bertekanan tinggi dengan pemberian oksigen 100 persen untuk membantu pemulihan kondisi fisik penyelam.

Sementara itu, operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 masih dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Setiap korban yang berhasil ditemukan selanjutnya dievaluasi dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi melalui Disaster Victim Identification (DVI) serta mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. (Alf/Vina)

Pos terkait