Hari ke-14 SAR KM Virgo Transport 8, 35 Penyelam Sisir Bangkai Kapal

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport-8 memasuki hari ke-14, Sabtu (26/9/2026). Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi dengan memfokuskan pencarian pada penyisiran bawah air dan bagian dalam bangkai kapal.

Tim penyelam mulai menelusuri bagian dalam bangkai kapal melalui pecahan kaca yang telah dibuka beberapa hari sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal di dalam kapal.

Untuk mendukung perpanjangan operasi penyisiran bawah air, skema rotasi dan pengerahan personel penyelam terus diperkuat. Sebanyak 35 penyelam aktif diterjunkan di titik utama.

Operasi tersebut didukung 19 penyelam TNI AL yang siaga di KRI Hiu untuk menjaga stamina tim. Selain itu, delapan penyelam siaga ditempatkan di Purworejo.

Penyelaman ke dalam ruangan kapal dilakukan secara cermat pada area yang dikategorikan aman dari risiko bahaya.

Di tengah intensifikasi pencarian, Basarnas menegaskan fokus utama operasi tetap pada pencarian seluruh korban. Sementara itu, opsi pengangkatan atau pembalikan bangkai kapal melalui proses salvage berada di luar kewenangan operasional Basarnas.

Meski demikian, Basarnas terus berkoordinasi dan mendorong agar proses salvage dapat segera direalisasikan untuk membantu penuntasan evakuasi.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan Basarnas akan tetap berfokus pada proses pencarian, sementara pelaksanaan salvage berada di luar tanggung jawab langsung lembaganya.

“Kami tetap fokus pada apa yang kami laksanakan. Khususnya untuk Basarnas, kami akan tetap fokus pada proses pencarian. Mengenai salvage, itu di luar tanggung jawab kami secara langsung, tetapi kami senantiasa mendorong dan mengingatkan agar prosesnya bisa segera berjalan,” kata Yudhi.

Menurut dia, tim salvage diperlukan ketika kemampuan penyelam dalam melakukan pencarian bawah air telah mencapai batas maksimal.

“Pada saat tertentu, ketika kemampuan teman-teman penyelam bawah air sudah maksimal, kehadiran tim salvage sangat diharapkan untuk berpartisipasi,” ujarnya. (Alf/Vina)

Pos terkait