BANJARMASIN, dnamikanusantara.post — Memasuki hari ke-11 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) KM Virgo Transport 8, tim gabungan belum dapat melakukan pencarian ke bagian dalam dan bawah bangkai kapal. Kondisi tersebut disebabkan tingginya risiko keselamatan bagi penyelam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan area bawah kapal, terutama bagian muatan kendaraan, memiliki struktur yang berisiko bagi penyelam.
Selain itu, posisi bangkai kapal di dasar laut juga menjadi pertimbangan keselamatan apabila dilakukan pembongkaran atau pendorongan terhadap badan kapal.
“Secara safety, itu sangat berisiko bagi para penyelam. Kami selalu mengutamakan keselamatan tim,” ujar I Putu.
Untuk sementara, tim penyelam dari Basarnas Special Group (BSG), Kopaska, dan Taifib TNI AL melakukan evakuasi dari sisi luar kapal. Salah satunya dengan memecahkan kaca jendela kamar penumpang untuk mencari dan mengevakuasi korban.
Tim juga menggunakan remotely operated vehicle (ROV) milik PT Jasa Marina Indah untuk melakukan pemantauan. Namun, perangkat tersebut belum dapat menjangkau bagian dalam kapal karena akses menuju bagian tersebut masih tertutup.
Proses pencarian juga menghadapi kendala cuaca dan perubahan arus bawah laut. Penyelaman hanya dilakukan pada window time, yakni saat kondisi arus bawah laut sementara lebih tenang.
Basarnas menegaskan operasi SAR berbeda dengan kegiatan salvage. Pengangkatan maupun pembalikan bangkai kapal menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemilik kapal bersama pihak asuransi.
Hingga hari ke-11 operasi SAR, dari total 243 orang yang tercatat dalam manifest, sebanyak 136 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 28 orang meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 107 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 terus dilanjutkan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi. (Alf/Muhajir)





