TABALONG, dnusantarapost.com — Bank Indonesia (BI) menilai Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memiliki posisi strategis sebagai motor pembangunan di kawasan segitiga emas yang mencakup Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dinilai menjadi faktor yang mendorong Tabalong untuk mempersiapkan diri sebagai salah satu gerbang menuju kawasan ibu kota baru.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar mengatakan, keberadaan Sentra Kas Mitra Utama Tanjung yang diresmikan pada 5 September 2026 menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi di Tabalong.
Menurut Haris, peningkatan status Kas Titipan Tanjung menjadi Sentra Kas Mitra Utama merupakan bagian dari perkembangan perekonomian dan jasa perbankan di Tabalong.
“Sentra Kas Mitra Utama diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan uang rupiah, tetapi juga menjadi lokomotif yang mendukung percepatan pembangunan,” ujar Haris.
Ia menyebut posisi Tabalong yang berada di kawasan strategis antarprovinsi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Haris juga mendorong agar perkembangan sistem pembayaran digital berjalan beriringan dengan ketersediaan uang tunai. Menurutnya, meski digitalisasi pembayaran terus berkembang, uang kertas dan uang logam masih menjadi bagian penting dalam aktivitas transaksi masyarakat, terutama pada momentum tertentu seperti hari besar keagamaan.
“Nah, karena pembayaran merupakan urat nadi dari perekonomian, semua transaksi ekonomi kan perlu pembayaran, maka kami di Bank Indonesia melakukan sinergi dan kerja sama strategis dengan Kabupaten Tabalong, tadi ada Pak Wakil Bupati menyatakan, juga dengan Bank Kalsel, supaya ini menjadi konkret,” kata Haris.
Ia menambahkan, BI ingin perkembangan pembayaran digital melalui QRIS tetap berjalan seiring dengan penggunaan uang tunai.
“Kita tahu bahwa di samping uang kertas juga ada digitalisasi. Kita ingin dua-duanya jalan seiring. Jangan sampai QRIS digitalisasi itu menghilangkan kepentingan uang kertas, uang logam yang sehari-hari,” ujarnya.
Posisi strategis Tabalong juga dinilai sejalan dengan arah perkembangan ekonomi Kalimantan yang semakin mengarah pada industrialisasi dan hilirisasi.
Haris berharap kehadiran Sentra Kas Mitra Utama Tanjung dapat turut meningkatkan kenyamanan berinvestasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan.
Dengan posisi geografis dan perkembangan aktivitas ekonominya, Tabalong menjadi salah satu wilayah yang dipandang memiliki peran penting dalam konektivitas ekonomi antarwilayah di Kalimantan, khususnya di tengah perkembangan kawasan IKN. (Alf/Muhajir)





