Momen Lebaran, Wali Kota Banjarbaru Sambut Difabel Penuh Kehangatan

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Perayaan Idulfitri di rumah dinas Wali Kota Banjarbaru tahun ini menghadirkan nuansa yang berbeda. Tanpa tenda besar dan tanpa sajian berlebihan, suasana justru terasa lebih sederhana namun sarat makna, Sabtu (21/3/2026).

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, memilih merayakan Lebaran dengan konsep kesederhanaan. Langkah tersebut sejalan dengan imbauan Presiden RI Prabowo Subianto agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan. Meski demikian, kehangatan silaturahmi tetap terasa kuat.

Bacaan Lainnya

Di ruang tamu rumah dinas, suasana akrab langsung tercipta saat Wali Kota Lisa menerima kunjungan rombongan Yayasan Tuna Netra Nusantara (YKTN) yang dipimpin oleh Sigit. Kehadiran mereka disambut dengan senyum dan keramahan.

Meski datang menggunakan angkutan umum, rombongan penyandang disabilitas itu tampak penuh semangat. 

Canda dan tawa mengalir, menghadirkan kehangatan yang membuat perayaan sederhana terasa lebih istimewa

Kebahagiaan terpancar dari para anggota YKTN yang bisa bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk kedekatan yang nyata antara pemimpin dan masyarakat.

Dengan penuh kerendahan hati, Wali Kota Lisa justru menyampaikan permohonan maaf kepada para tamu. Ia merasa seharusnya dirinya yang lebih dulu mendatangi masyarakat.

“Seharusnya saya yang datang ke tempat Bapak dan Ibu sekalian,” ucapnya tulus.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap penyandang disabilitas bukan hal baru baginya. Sejak sebelumnya berkecimpung di bidang kesejahteraan sosial, perhatian itu telah tumbuh, meski saat itu masih terbatas oleh kewenangan.

Kini, sebagai kepala daerah, ia berkomitmen untuk memperluas upaya tersebut melalui kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baginya, pembangunan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Kita ingin kebijakan yang hadir untuk semua. Tidak boleh ada yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.

Keakraban semakin terasa saat pihak YKTN mengundang Wali Kota untuk menghadiri pengajian rutin bulanan mereka. Undangan itu disambut positif.

“Insya Allah saya akan datang. Saya ingin hadir bukan hanya sebagai wali kota, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang saling belajar dan saling menguatkan,” ujarnya. (nurul octaviani)

Pos terkait