BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana kebersamaan di tengah masyarakat Banjarmasin diharapkan tetap terjaga dengan penuh kedamaian dan persatuan, meskipun diwarnai dinamika global dan perbedaan penetapan tanggal 1 Syawal.
Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah Banjarmasin, Haji Ahmad Sya’rani, M.Ag, menegaskan bahwa Idul Fitri sejatinya merupakan momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, bukan memperuncing perbedaan yang ada di tengah umat.
“Perbedaan dalam penetapan 1 Syawal adalah hal yang sudah lama terjadi dan merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam. Kita tidak perlu memperdebatkannya secara berlebihan,” ujarnya.
Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, baik melalui rukyat maupun hisab, memiliki dasar kuat dalam syariat sehingga harus disikapi dengan bijak dan saling menghormati.
“Perbedaan adalah rahmat terbesar dari Allah sehingga kita menyikapi dengan lapang dada, dan terus menguatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Basyariah dan ukhuwah Wathaniyah”, ucap H Ahmad Sya’rani.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berpotensi menimbulkan keresahan di tingkat lokal.
“Kita tentu prihatin, namun cara terbaik adalah memperbanyak doa, menjaga persatuan, dan tidak membawa konflik tersebut ke kehidupan sosial kita di sini,” tambah pria yang juga dikenal sebagai tokoh Madihin Banua.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif selama Idul Fitri, serta menjadikan momen Lebaran sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman.






