PELAIHARI, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut meluncurkan Kios Pengendali Inflasi sebagai langkah menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pangan di daerah.
Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Tim Satgas SABER Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kabupaten Tanah Laut yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Masturi, Rabu (11/3/2026)
Pembukaan kios ditandai dengan pemasangan spanduk pada toko-toko yang terlibat dalam program tersebut oleh tim Satgas SABER Polres Tanah Laut.
Tercatat ada lima kios yang menjadi bagian dari program ini, yakni Kios Sembako Murah, Kios M. Noor, Kios Saudi, Kios Amda, serta dua kios beras milik Yunita Yunida dan Gunawan.
Kehadiran kios ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kelancaran distribusi bahan pangan pokok bagi masyarakat.
Masturi menyampaikan bahwa keberadaan Kios Pengendali Inflasi diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap pergerakan harga sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
Selain itu, program ini juga bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap terjaga bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Satgas SABER Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan yang juga Kasat Reskrim Polres Tanah Laut AKP Cahya Prasada Tuhuteru, menegaskan bahwa kios inflasi akan menjual berbagai komoditas dengan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).
Menurutnya, keberadaan kios tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
Program Kios Pengendali Inflasi ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. (nurul octaviani)





