BPBD Banjarmasin Perkuat Sistem Peringatan Dini Gempa dan Banjir, Warga Diimbau Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat upaya mitigasi bencana dengan meningkatkan sistem peringatan dini.

Setelah sebelumnya mengoperasikan sirine peringatan dini banjir, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin juga memasang perangkat peringatan dini gempa bumi.

Terbaru, BPBD Banjarmasin telah menginstal Warning Receiver System (WRS) Gempa, sebuah alat deteksi dini gempa bumi yang merupakan hibah dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Perangkat ini berfungsi memberikan informasi cepat dan akurat apabila terjadi aktivitas gempa, baik di wilayah sekitar maupun di seluruh Indonesia.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan pemasangan WRS merupakan bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“WRS ini untuk mengantisipasi terjadinya gempa. Alat ini ditempatkan di kantor kami dan terhubung langsung dengan Indonesia Disaster Risk Information System (Inaris),” ujar Husni Thamrin, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, sistem WRS telah terintegrasi secara nasional dan mampu mendeteksi aktivitas gempa di seluruh wilayah Indonesia beserta daerah sekitarnya. Setiap kali terjadi gempa, sistem akan langsung memberikan peringatan berupa alarm.

“Jadi kalau ada gempa yang terjadi terkini langsung berbunyi alarmnya. Kita juga langsung mengetahui gempa itu terjadi di mana,” jelasnya.

Menurut Husni, kecepatan informasi menjadi keunggulan utama dari pemasangan WRS tersebut, terutama apabila gempa terjadi di wilayah yang relatif dekat dengan Kota Banjarmasin.

“Kalau gempa itu dekat dengan wilayah kita, kita bisa cepat menginformasikan kepada masyarakat sebagai peringatan dini, supaya masyarakat lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Ia berharap, informasi dini yang diterima melalui sistem tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan diri secara mandiri.

“Supaya bisa memitigasi dirinya, paling tidak terhindar atau mengurangi risiko bencana bagi diri kita, keluarga, dan masyarakat sekitar,” tutup Husni.

Selain penguatan sistem peringatan dini gempa dan banjir, Pemkot Banjarmasin juga mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, musim hujan, dan potensi air pasang rob.

Husni Thamrin menyampaikan, imbauan tersebut diterbitkan dan diedarkan menyusul kondisi air pasang yang cukup tinggi dan intensitas hujan yang juga meningkat di wilayah Kota Banjarmasin.

“Ini imbauan ke masyarakat agar selalu siap siaga menghadapi hal yang tidak diinginkan, utamanya banjir,” ujarnya di Banjarmasin, Senin.

Ia mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin berpotensi mengalami banjir rob, terutama kawasan yang berada dekat dengan sungai. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya air pasang.

“Rata-rata terjadinya air pasang sekitar pukul 22.00 WITA atau 24.00 WITA dengan ketinggian air 2,7 MDPL,” paparnya.

Meski demikian, Pemkot Banjarmasin menilai kondisi tersebut belum masuk kategori darurat sehingga belum menetapkan status waspada bencana.

“Kondisi setelah berakhir air pasang maka cepat pula hilang genangan,” jelas Husni.

Kendati belum ditetapkan status waspada, masyarakat tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan melalui berbagai aksi lingkungan untuk mengurangi risiko bencana selama musim penghujan, termasuk menghadapi potensi banjir, cuaca ekstrem, dan air pasang rob.

BPBD juga mengimbau masyarakat, instansi pemerintah, serta pihak swasta untuk menggiatkan gotong royong membersihkan saluran air dari sampah dan material lain yang dapat menghambat aliran air.

Selain itu, warga diminta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan mendesak apabila terjadi kondisi darurat.

Masyarakat juga diharapkan aktif menyosialisasikan layanan panggilan darurat Call Center 112 serta segera melaporkan potensi ancaman maupun kejadian bencana di lingkungan masing-masing.

Dihubungi terpisah Ketua Tagana Kota Banjarmasin, Sujarwanto membeberkan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menghadapi berbagai potensi bencana yang mengancam Kota Seribu Sungai.

Dari sisi SDM, Tagana Banjarmasin mengerahkan total 153 personel yang selalu siaga di 5 kecamatan.

“Kami juga didukung peralatan penanggulangan bencana seperti perahu karet,” katanya.

Ia juga menekankan kepada warga untuk selalu bersiap terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya banjir rob.

“Masyarakat harus selalu mengikuti perkembangan, termasuk peringatan dini dari lembaga terkait, agar bisa meminimalisir dampak yang tidak diinginkan,” pintanya.

Pos terkait