BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Pasang air laut atau banjir rob kembali menerjang Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Genangan air mulai meluas sejak Sabtu (6/12/2025) malam dan semakin tinggi hingga Minggu (7/12/2025) dini hari.
Pantauan dnusantarapost.com di lapangan, permukaan air mulai naik signifikan sekitar pukul 20.30 WITA dan mencapai puncaknya sekitar pukul 01.00 WITA.
Tidak hanya menggenangi permukiman warga di kawasan bantaran sungai, banjir rob juga mengganggu arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
Salah satu ruas terdampak adalah Jalan Brigjen Hasan Basri, yang merupakan jalan berstatus nasional.
Ketinggian air di sejumlah titik membuat laju kendaraan tersendat, bahkan memaksa sebagian pengendara menghentikan perjalanan.
Sejumlah pengendara motor yang nekat menerobos genangan dilaporkan mengalami mogok setelah mesin kendaraan terendam air.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas semakin semrawut, terutama pada jam-jam puncak pasang.
Sebagian pengendara lain memilih langkah aman dengan memutar balik kendaraan dan mencari jalur alternatif meski harus menempuh jarak lebih jauh.
“Saya terpaksa lewat jalur lain walaupun lebih jauh dari biasanya. Yang penting motor tidak mogok,” ujar Mursyid, salah seorang pengendara, Minggu (7/12/2025) dini hari.
Menurut Mursyid, banjir rob sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Namun, tinggi pasang kali ini dinilai jauh lebih parah dibanding hari-hari sebelumnya.
Ia mengaku kejadian ini mengingatkannya pada peristiwa banjir besar yang sempat melanda Banjarmasin pada 2021 lalu.
Mursyid berharap rob tidak berlangsung bersamaan dengan curah hujan tinggi.
“Kita khawatir kejadian tahun 2021 terulang lagi, apalagi kalau rob berbarengan sama hujan,” tuturnya.
Hingga Minggu dini hari, air masih menggenangi sejumlah ruas jalan dan permukiman.
Warga dan pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi kawasan rawan genangan rob.





