Nilai TKA Nasional Anjlok, Kepala SMAN 1 Banjarmasin Tunggu Hasil Resmi

BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Pernyataan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti soal nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) para pelajar SMA di Indonesia yang anjlok, khususnya pada mata pelajaran matematika, ikut mendapat perhatian dari lembaga pendidikan di Banjarmasin.

Salah satu sekolah yang memberikan penjelasan adalah SMA Negeri 1 Banjarmasin, yang menyatakan bahwa mereka turut mendengar kabar tersebut, namun hingga kini masih menunggu hasil resmi dari Kementerian Pendidikan.

Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan Amadhy, menyebut pihaknya tidak bisa memastikan benar atau tidaknya informasi tersebut karena belum menerima nilai resmi.

“Kami memang baca dan dengar kabar nilai TKA jeblok, terutama matematika. Tapi sampai sekarang hasil resminya belum kami lihat. Jadi kami belum tahu jatuhnya seberapa,” jelasnya saat ditemui Jumat (5/12/2025).

Menurut Fery, pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan lancar dan sesuai petunjuk teknis.

“Yang pertama kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah karena pelaksanaan TKA tahun ini berjalan lancar sesuai juknis. Total ada 370 siswa kami yang mengikuti TKA,” ungkapnya.

Namun soal yang diujikan, terutama matematika, dinilai jauh lebih rumit dibanding contoh yang diberikan kementerian.

“Contoh soal yang dirilis kementerian hanya 10, tapi yang keluar bisa 25 sampai 30 soal, dan semuanya penuh penalaran. Banyak anak mengaku soal-soalnya berbeda dari apa yang sudah dipelajari,” terangnya.

Fery menilai bahwa kesiapan psikis siswa juga turut memengaruhi hasil.

Tekanan meningkat karena nilai TKA digunakan untuk memvalidasi rapor dalam seleksi masuk perguruan tinggi.

“Suka tidak suka, TKA ini dipakai sebagai validator rapor. Artinya kalau nilai rapornya segini, apakah setara dengan nilai TKA-nya? Tekanan seperti itu pasti memengaruhi anak-anak,” kata Fery.

Ia menegaskan bahwa penentuan siswa eligible tetap mengacu pada nilai rapor, bukan nilai TKA.

“TKA itu bukan pelengkap, tapi validator. Meski nilai TKA tinggi, kalau rapor tidak memenuhi syarat, siswa tetap tidak masuk kategori eligible,” pungkasnya.

Pos terkait