MARTAPURA, dnusantarapost.com – Isu kemunculan ikan mirip Louhan yang disebut-sebut mengancam perairan Waduk Riam Kanan, Aranio, Kabupaten Banjar, mulai mendapat perhatian Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Banjar.
Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah mengatakan selama ini pihaknya belum mendapatkan laporan ada Ikan Louhan (Amphilophus hybrid) di Kawasan Waduk Riam Kanan. Ia pun mengakui bahwa baru tahu setelah membaca di media pemberitaan.
“Setelah kami baca informasinya, kami belum bisa menyimpulkan bahwa ikan yang dimaksud adalah Ikan Louhan. Namun, ikan tersebut memang menyerupai Ikan Louhan. Jadi saat ini kami akan menyebutknya Hybrida Non Lokal,” ujar Bandi, Senin (10/11/2025)
Kemunculan ikan Hybrida Non Lokal yang menyerupai Louhan ini ditengarai membuat tangkapan nelayan menurun karena karakternya yang infasif dan agresif, sehingga ikan lokal di Kawasan Waduk Riam Kanan diduga populasinya menurun.
“Bisa jadi ikan yang ditemukan ini merupakan hasil perkawinan silang antara ikan lokal dan nila budidaya warga setempat, sehingga ikan yang muncul mengalami pergeseran genetika dan bentuk dan warnanya seperti itu,” ujar Bandi.
Berbagai kemungkinan bisa terjadi. Bandi juga menjelaskan bahwa Ikan Louhan (Amphilophus hybrid) bisa juga kawin silang dengan ikan Nila budidaya yang lepas.
“Namun jika Louhan dan Nila ini kawin, maka ikan yang dihasilkan akan mandul. Artinya, tidak ada perkembangbiakan lagi,” jelas Bandi.
Ia tidak bisa mengatakan berapa jumlah Ikan yang menyerupai Louhan di Waduk Riam Kanan ini karena belum memiliki data. Sehingga, DKPP Banjar belum mengetahui jumlah populasinya dengan pasti.
“Kalau ada masyarakat yang memancing dan dapat ikan tersebut, bisa bawa ke Dinas Perikanan agar kami teliti, apakah ini ikan jenis baru atau masih satu spesies dengan Nila,” katanya.
Selain melakukan pemantauan, DKPP juga mengingatkan para pembudidaya ikan agar tidak mencoba membesarkan Ikan Louhan di waduk, karena berpotensi mengganggu ekosistem alami dan populasi ikan lokal.
“Sejauh ini belum ada laporan resmi adanya pembudidaya yang memelihara lohan di Waduk Riam Kanan. Tapi kami tetap akan memberikan edukasi agar masyarakat tidak melepas atau membudidayakan ikan jenis ini,” ujarnya.
Jika nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya spesies baru, DKPP Banjar akan berkoordinasi dengan balai penelitian, akademisi dan perguruan tinggi untuk melakukan kajian ilmiah lebih lanjut serta kita arahkan ke pemasaran ikan hias karena bentuk dan corak ikan tersebut cukup bagus.
“Kami menyambut baik laporan masyarakat dan dukungan media. DKPP Banjar akan menindaklanjuti dengan langkah mitigasi agar ekosistem Waduk Riam Kanan tetap terjaga dan tidak terganggu oleh spesies non-lokal,” pungkas Bandi. (nurul octaviani)





