BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banjarmasin memperketat pengawasan terkait maraknya penyebaran Covid-19 varian baru, yakni varian Omicron (B.1.1.529). Saat ini varian baru tersebut dilaporkan banyak ditemukan di wilayah Asia meliputi Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura, sehingga potensi penyebarannya di Indonesia perlu diwaspadai.
Kasubbag Administrasi Umum, BKK Kelas I Banjarmasin, H. Abdul Samad mengatakan, peningkatan pengawasan tersebut terutama dalam rangka kepulangan jama’ah haji yang dijadwalkan kedatangan kloter pertama pada Minggu (15/6/2025) mendatang.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak bandara, asrama haji dan PPIH untuk terus melakukan monitoring terhadap jama’ah yang sedang sakit dan terindikasi tertular virus covid-19. Jama’ah haji yang datang dari luar negeri lebih rentan membawa virus covid varian baru”, katanya.
Sedangkan upaya pengendalian di Pelabuhan, walaupun hanya terdapat kedatangan penumpang domestik, pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan meningkatkan pengawasan Kesehatan pengamatan suhu tubuh dan pengamatan tanda dan gejala klinis terhadap pelaku perjalanan. Pelaku perjalanan yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal akan dilakukan pemeriksaan Kesehatan lebih lanjut dan pencatatan serta dilakukan karantina apabila diperlukan.
Menghimbau kepada pelaku perjalanan dan Masyarakat untuk mencegah penularan Covid 19 dengan menggunakan maskere jika sedang sakit sepeerti batuk, pilek atau demam, menerapkan pola hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk/bersin dan jika mengalami sakit agar melapor kepada petugas Kesehatan terdekat.
Selain itu pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Kab/Kota, Labkesda, Labkesmas dan dinas-dinas terkait lainnya untuk melakukan monitoring dan pencegahan penyebaran varian baru tersebut.
Samad menambahkan, virus Covid-19 varian MB.1.1 mempunyai transmisi penularannya masih relatif rendah dan angka kematiannya juga rendah namun penyebarannya tetap harus diantisipasi dan diwaspadai. (bma)





